Tentunya Internet bukanlah hal yang asing lagi bagi semua kalangan baik tua muda, kaya miskin pasti sudah banyak mengenal teknologi infromasi dan komunikasi yang dinamai internet (interconnected network) ini.
Dengan Internet kita bisa menemukan apapun di sana. Mau mencari tugas kuliah dan bahan-bahannya, melihat berita-berita up to date dari manapun, bersenang-senang dan berkenalan denagn banyak orang, main games sendirian atau dnegan teman, download audio atau video, mencari resep masakan buat mama kita, apapun bias kita temui. Bahkan hal-hal yang seharusnya tidak boleh kita ketahui pun bias kita dapatkan di internet. Rasanya dunia makin kecil dan segala maslah mudah dipecahkan saja ya kalau kita berkutat dengan internet.
Tetapi perlu diingat segala sesuatu yang muncul tidak hanya memberikan dampak positif saja. Namun ada pula dampak negative dan konsekuensi-konsekuensi yang harus kita hadapi. Perubahan-perubahan akan muncul di sini, baik perubahan yang positif maupun perubahan yang sifatnya negative.
1. Dampak positif pengguna internet meliputi :
Melalui internet kita bisa mengakses informasi apapun. Mungkin saja kita menjadi orang yang tidak lagi ketinggalan jaman. Wawasan kita bertambah atas segal informasi dan peristiwa yang trejadi di berbagai tempat. Informasi yang didapatpun tentunya lebih cepat dan lancer, jadi kita pengguna internet dapat merasakan kemudahan mendapatkan segala macam informasi tersebut.
Melalui internet kita bisa “memperkecil dunia”. Maksudnya kita sebgai pengguna internet akan dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain di manapun. Kita bisa menemui saudara, teman, kekasih bahkan orang yang seblumnya tidak kita kenal. Dengan mempermudah komunikasi rasanya perbedaan jarak yang jauh tidak menjadi halangan lagi.
Melalui internet kita bisa menekan tarif telepon. kalau telepon jarak jauh (interlokal) dalam waktu yang relative lama dirasa mahal, tinggal kirim email atau chatting sepertinya akan lebih irit pengeluaran. Cukup menjadi alternative jika terif telepon naik.
Melalui internet atau lebih khususnya melalui e-commerce kita bisa mengiklankan usaha kita tanpa mengeluarkan uang banyak. Dengan iklan-iklan macam ini juga tentunya kesempatan usaha, dan lapangan kerja akan meningkat. Dnegan inipula pendapatan juga bisa jadi akan meningkat.
Internet juga bisa digunakan sebgai sarana pendidikan. Apalagi kalau bukan lewat e-learn. Buku-buku atau informasi berbau pendidikan seperti sejarah, geografi, biologi, dan sebgainya bisa kita dapatkan lewat internet. Guru atau dosenpun dengan menggunakan internet juga akan lebih mudah mneyebarkan modul pelajarannya atu menyebarkan informasi-informasi penting lain kepada anak didiknya. Termnasuk kemudahan kita dalam mencari bahan dan informasi untuk thesis, atau karya tulis.
Melalui internet pula daya intelektual dan motorik anaka juga akan meningkat. Ada fasilitas pendidikan di sana. Serta ada games sebgai permainan anak yang menyediakan berbagai macam bentuk, warna yang dapat meningkatkan imajinasi anak. atau games berupa petualangan, mengatur strategi atau permainan peran tentunya menambah perkembangan otak anak dalam melatih daya intelektual dan motoriknya.
Masih banyak lagi dampak positif yang dirasakan pengguna internet. Tetapi kalau ada dampak positif tentunya ada dampak negatifnya.
2. Dampak negative yang dirasakan pengguna internet antara lain :
Karena informasi apapun bisa kita dapat, kadang kita menganggap semua informasi di internet itu benar. Padahal informs itu belum tentu menyajikan sesuatu yang sifatnya fakta. Ada kan orang yang asal nulis, memfitnah orang dengan maksud dan tujuan tertentu. Jadi kita perlu berhati-hati dalam menyeleksi informasi yang kita dapat. Salah-slah informasi yang slaah kita anggap benar, atau kita masukkan ke dalam makalah atau menjadi perbincangan kita sehari-hari. Kalau begitu sama saja kita ikut menyebarkan hal yang tidak benar juga kan.
Kalau kita bisa bertemu dengan siapa saja lewat internet, bisa saja kita juga bertemu penipu-penipu yang menggunakan identitas atau foto palsu. Hati-hati saja dalam memilih teman melalui internet.
Internet memang menjadi alternative jika tarif telepon naik apalagi untuk berkomunikasi jarak jauh. Tapi bukannya itu menjadikan usaha operator telepon rugi ya. Ancaman ini perlu diperhatikan bagi pemilki operator telepon, seperti banyaknya operato telepon yang menyediakan jasa internet juga. Ya untuk memepertahankan hidup usahanya pastinya.
Hati-hati dengan iklan. Internet juga banyak menampilkan iklan-iklan palsu lho. Yang ada kita ditipu. Sudah mengirim uang namun barang yang kita beli tidak juga sampai ke tangan kita. Rugi deh.
Ampuh sih untuk sarana pendidikan tapi kan hak milik seseorang kan harus dilindungi. Atau bisa juga kemufdahan ini disalahgunakan. Seperti budaya bagi beberapa mahasiswa (belum tahu banyak atau sedikit, takut salah tulis). Di internet kita bisa menmukan karya tulis, thesis, tugas akhir. Tidak amasalah kalau itu menjadi referensi, tetapi kalau teknik copy-pastenya muncul. Enak ya. Mudah banget bagi yang melakukan itu, tetapi bagi yang memilki karya tulis itu tentunya kaan sedih yang berkepanjangan.
Bagi anak-anak internet memang berguna, tetapi bagaimana jika anak-anak membuka situs yang belum boleh mereka lihat? bukankah itu berbahaya? Bisa-bisa anak jaman sekarang mengalami pendewasaan dini. Karena situs porno baik berupa gambar, video, atau ionformasi lain bisa dilihat sipapun. Selain itu bagi anak yang kecanduan games juga bisa bahaya. Sudah keasyikan lupa belajar akibatnya. Atau informasi berupa gambar, video, games juga banyak menampilkan kekerasan atau agresivitas yang tidak baik untuk perkembangan generasi penerus bangsa ini.
Hati-hati juga dengan kerahasiaan data diri kita lewat internet. Bisa dislahgunakan oleh tangan-tangan jail. Dari segi kejahatan tentunya makin marak saja setelah adanya internet. Bisanya disebut cyber crime, yaitu kejahatan melalui dunia maya, salah satunya lewat internet yang dilakukan oleh cyberfroud. Contohnya : Carding (belanja dengan nomor dan kartu identitas orang lain, yang diperoleh lewat internet dengan cara illegal tentunya); Hacking (yaitu menerobos program computer pihak lain dengan demikian bisa dnegan mudah merusak atau mencuri data orang lain); cracking (yang ini hacking untuk tujuan jahat, misalnya bisa mengintip simpanan nasabah di bank); defacing (mengubah situs web orang lain); phising (memancing pemakai computer di internet agar memberikan data pribadi atau kata sandinya); spamming (pengiriman pesan yang tidak dikehendaki, seperti informasi mendapat hadiah); ada pula malware (mencari kelemahan suatu software, misalnya menciptakan berbagai macam virus).
Dari segi kesehatan tentunya juga berpengaruh. Yang biasanya kita bepergian untuk menemui seseorang, membeli sesuatu, atau aktifitas lain. Dnegan internet kita hanya duduk di depan layar dan dnegan mudah kita bisa mendapatkan apa yang kita inginmkan. Jadi jarang bergerak akibatnya penyakit makin menumpuk. Selain itu bahaya penyakit yang ditimbulkan dari radiasi computer juga mengancam kesehatan mata dan saraf kita.
Dengan adanya dampak positif dan negatif kita juga harus mau tidak mau menghadapi konsekuensi dari teknologi yang membuat kemudahan ini.
3. Konsekuensi :
Konsekuensi utama kita sebagai pengguna internet yaitu harus rajin dan teliti dalam mendapatkan informasi. Jangan semua informasi yang kita dapat langsung kita masukkan ke telinga kita.
Konsekuensi lainnya jangan heran jika kita banyak menemukan tukang tipu atau kita menjadi salah satu korbannya. Maka dari itu waspada juga perlu.
Hati-hati kecanduan ineternet! Karena uang yang kita gnakan juga akan bnayka. Batasi pengeluaran lain deh untuk nongkrong di depan internet.
Konsekuensi lain yaitu terhadap hak milki kita. Siap-siap apa yang kita tulis, foto kita yang kita munculkan, tugas, dan lain-lain di copy orang lain.
Bagi pemerintah menanggung beban lebih berat lagi. Karena pemerintah makin susah mengawasi penggunaan internet. Dari aksi pornografi, penipuan, perdagangan atau hal lainnya. Penyalahguanaan internet itu susah dilacak dan dicari pelakunya.
Bagi orang tua tentunya harus lebih perhatian dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai tidak lebih pintar dari anaknya dalam penggunaan ionternet. Jadi orang tua dituntut untuk lebih pintar dan menajaga anaknya agar lebih bisa memanfaatkan internet dnegan baik.
Jangan piker identitas, privacy photo, atau kata sandi kita bersifat rahasia kalau sudah masuk internet. Intinya kita harus bisa menerima rahasia kita menjadi konsumsi public.
Sebenarnya dampak positif dan negative itu muncul tergantung pada penggunanya. Bagaimana kita bisa memanfaatkan internet scera positif, maka dampak yang akan munculpun positif dan konsekuensi-konsekuensipun bisa kita hadapai dengan kewaspadaan diri. Cyber law, peran orang disekeliling dan peran pendidikan tentunya akan berpengaruh kuat untuk memanfaatkan media ini dan menjadi penggunanya dengan baik.
Jumat, 29 Mei 2009
Komunitas Virtual bagi Kehidupan Sosial Manusia
Istilah virtual dapat diartikan sebagai “sesuatu yang bersifat maya”, tetapi memungkinkan untuk menampilkan kualitas yang seperti nyata. Virtual dapat berupa berbagai macam teknologi, seperti yang sangat banyak diminati yaitu internet (interconnected network), yaitu suatu jaringan yang terdiri dari ribuan jaringan independent yang dihubungkan satu dengan lainnya. Melalui internet semua orang dari negara manapun akan saling terhubung. Disinilah komunitas virtual bisa terbentuk.
Bagi anda yang mempunyai dan menggunakan e-mail, website, chatting dengan segala fasilitasnya maka Anda dapat dikatakan termasuk dalam komunitas virtual. Karena pada dasarnya komunitas virtual adalah sekelompok manusia dalam dunia maya (cyberspace) yang mempunyai minat yang sama. Dalam komunitas virtual kita bisa berkomunikasi baik secara tatap muka atau tidak dengan orang baik yang sudah kita kenal atau tidak dalam tempat yang berbeda. Anggota komunitas ini dapat dengan bebas saling bertukar pikiran, pendapat, pandangan, dan informasi melalui berbgai media maya. Biasanya yang terjadi dalam komunitas virtual adalah anggotanya akan lebih tertarik melakukan hubungan atau komunikasi pada konteks atau minat atau hal-hal tertentu yang mempunyai kesamaan tujuan. Misalnya para kaum muda biasanya termasuk dalan komunitas virtual dengan para nggota yang seumuran dnegan tujuan menambah teman atau untuk bersenang-senang, atau para ahli hokum bergabung dalam komunitas ini akan saling membicarakan tentang masalah hokum, begitu juga dengan para penulis yang saling membicarakan karya-karya tulisnya, dan sebagainya.
Dengan memperhatikan keadaan sekitar sekarang ini tentunya kita dapat dengan mudah menyadari bahwa banyak sekali orang-orang yang mesuk dalam anggota komunitas virtual. Lihat saja daerah sekitar Anda, berapa banyak warnet bermunculan? Berapa banyak area-area yang menyediakan fasilitas wi-fi baik dengan membayar atau secraa gratisan? Berapa banyak teman di facebook Anda? Berapa banyak pengikut di blog Anda? Berapa banyak orang yang melakukan chatting dengan Anda? Jawabannya pastinya adalah banyak, atau banyak sekali. Ini membuktikan banka pula masyarakat yang telah menjadi bagian dari komunitas virtual. Entah mengapa manusia sekarang lebih menyukai menjadi bagian dari komunitas ini daripada berinteraksi secra langsung. Apa tudak adanya waktu untuk bersosialisasi secra langsung, atau hanya untuk menciptakan kenyamanan diri sebagai manusia individual. Yang trejadi adalah masyarakat banyak menyibukkan diri di depan computer, note book, handphone mereka. Dilihat begitu saja tampaknya mereka kehilangan sosialisasi pada masayarakat sekelilingnya. Benarkah begitu? Pada hakikatnya orang melakukan komunikasi karena tidak lepas dari sifat manusia sebagai makhluk sosial.
Manusia memang tidak bisa dipisahkan dari manusia lain, manusia saling membutuhkan. Hanya saja cara berkomunikasi orang berbeda-beda. Seperti kita ketahui komunikasi bisa dilakukan secara verbal atau lisan, atau secara non verbal yaitu dengan kode atau symbol baik tulisan, gerak tubuh, mimic muka, dan sebagainya. Semua komunikasi itu dapat secara langsung yaitu secara tatap muka atau secara tidak langsung, yang pada dasarnya menggunakan media. Yang dilakukan komunitas virtual adalah berkomunikasi secara tidak langsung namun dengan perantara media. Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi ini manusia dituntut untuk melakukan segala sesuatunya dengan cepat. Tidak banyak lagi waktu yang dipunya manusia untuk bersosialisasi secara langsung. Menjadi bagian dari komunitas virtual inilah salah satu cara bagaimana kita bisa tetap menjadi manusia sosial yang tidak lepas kebutuhannya untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Dalam komunitas ini kita bisa menemukan orang yang sudah kita kenal atau orang yang tadinya belum pernah kita kenal dari berbagai negara. Hal ini tentunya akan menciptakan rasa sosial manusia yang sesungguhnya. Karena pada dasarnya dalam komunitas ini komunikasi, saling tukar pikiran dan pendapat, dan berbagai macam hobby dapat kita lakukan disini. Lebih mudah memang dalam melakukan komunikasi dengan orang lain serta mebangun jiwa sosial manusia lewat komunitas ini. Karena tentunya kita tidak lagi terhalang waktu dimana dalam berkomunikasi secara langsung kita harus membuat janji terlebih dahulu. Dalam komunitas ini setiap orang dapat melakukan komunikasinya di mana saja, denggan siapapun dan dalam waktu kapanpun. Sebgai contoh jika kita ingin menyampaikan pesan dalam waktu tertentu, kita tidak lagi harus membuat janji kepada orang yang ingin kita beri informasi untuk bertemu, namun kita bisa mnikmati kemudahan dengan melakukan email, atau chatting atau fasilitas lain.
Pada dasarnya dalam komunitas virtual para anggotanya dapat melakukan komunikasi secara : Asynchronous communication (penyampaian pesan dalam tempat dan waktu yang tudak bersamaan, namun pesan tetap sampai ke tujuan. Missal melalui email); Synchronous communication (komunikais dalam waktu yang bersamaan. Missal melalui chatting); dan On line broadcast communication (komunikasi dilakukan melalui fasilitas web. Missal lewat facebook). Tidak perlu ada kehadiran fisik. Dengan facebook ini dapat berkomunikasi. Dari segi sosialisasi, rasa sosial kita sebagai manusia akan terasa lebih besar karena dengan masuk dalam komunitas virtual maka kita dapat mengenal siapapun itu dan dari manapun itu. Kita bisa dengan mudah mencari teman dari daerah yang berbeda, pulau yang berbeda, suku yang berbeda, maupun negara yang berbeda.
Menjadi anggota komunitas virtual akan memudahkan kita menemukan teman, sahabat, kekasih, atau tidak jarang juga yang menemukan pendampingnya dari dunia maya ini. Kita bisa saling bertukar pikiran, mendiskusikan atau hal-hal yang kita senangi. Dalam komunitas virtual kita bisa membicarakan pekerjaan, bisnis, atau masalah pendidikan. Dengan begitu pekerjaan tidak melulu dilakukan hanya dalam kantor, atau ruangan namun dalam jarak jauhpun kita bisa melakuakan bisnis kita. Dalam komunitas virtual juga menyediakan aktivitas dimana setiap anggotanya bisa tergabung dalam forum atau komunitas yang mempunyai kesamaan hobby. Misalnya orang yang suka otomotif tentunya bisa menambah teman, atau relasi mereka dengan bergabung dalam suatu komunitas virtual yang menyukai otomotif pula. Atau pada kesenangan lainnya.
Dalam hubungannya dengan sosialisasi pula, komunitas virtual ini tentunya akan menjadi media komunikasi yang interaktif. Karena setiap orang dapat terlibat scera leluasa, walaupun bukan komunikasi secra langsung namun feedback yang dihasilkan pun bisa diketahui secara cepat, penyampaian pesan yang dilakukan pun beragam dapat secra verbal, tulisan, gambar, suara atau gabungan dari semua itu, selain itu media yang digunakan pun adalah media yang interaktif. Selain itu komunitas ini juga akan membentuk kode komunikasi baru. Banyak orang beranggapan komunikasi di dunia maya tidak bisa melihat mimic muka seseorang. Ada fasilitas webcam disini, atau melalui symbol-simbol emoticons atau lebih dikenal dnegan smiley yang bisa menggantikan kode non verbal yang sekiranya tidak bisa dilihat secra langsung. Kode ini berfungsi utnuk menghindarai kesalahpahaman arti pada komunikasi yang berlangsung.
Manfaat komunitas virtual lainnya adalah dapat menjadi perspektif lintas budaya. Saling tukar informasi tentang kebudayaan di dalam komunitas virtual tidaklah menjadi hal yang sulit lagi. Ya seperti sering disebut di atas kita bisa melakukan komunikasi dengan siapa saja, di manapun dan kapan saja. Hal ini tentunya membawa kemudahan kita dalam memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia sosial. Tetapi perlu hati-hati pula sebagai anggota dari komunitas virtual. Bisa saja ada pemalsuan identitas atau foto diri yang dilakukan beberapa orang teman dunia maya kita. Atau sikap hati-hati juga perlu mengingat dalam komunitas virtual ini, apa yang kita tulis, apa yang kita cantumkan dalam dunia maya berarti telah menjadi rahasia umum. Dan perlu diperhatikan juga dalam hubungannya dengan kodrat kita sebgai makhluk sosial. Boleh saja menyibukkan diri berkomunikiasi dan berinteraksi dengan banyak sekali orang dalam komunitas virtual tetapi bukankah kita juga harus menyeimbangi hal tersebut dengan tidak melupakan sosialisasi kita terhadap orang-orang yang nyata berada di lingkungan kita? Seperti dengan tetap membina hubungan baik dengan keluarga, teman terdekat, atau tetangga kanan-kiri kita. Dengan demikian kita bisa menjadi komunitas virtual yang tetap mempunyai jiwa sosial yang tinggi terhadap siapapun, di manapun, dan kapanpun.
Bagi anda yang mempunyai dan menggunakan e-mail, website, chatting dengan segala fasilitasnya maka Anda dapat dikatakan termasuk dalam komunitas virtual. Karena pada dasarnya komunitas virtual adalah sekelompok manusia dalam dunia maya (cyberspace) yang mempunyai minat yang sama. Dalam komunitas virtual kita bisa berkomunikasi baik secara tatap muka atau tidak dengan orang baik yang sudah kita kenal atau tidak dalam tempat yang berbeda. Anggota komunitas ini dapat dengan bebas saling bertukar pikiran, pendapat, pandangan, dan informasi melalui berbgai media maya. Biasanya yang terjadi dalam komunitas virtual adalah anggotanya akan lebih tertarik melakukan hubungan atau komunikasi pada konteks atau minat atau hal-hal tertentu yang mempunyai kesamaan tujuan. Misalnya para kaum muda biasanya termasuk dalan komunitas virtual dengan para nggota yang seumuran dnegan tujuan menambah teman atau untuk bersenang-senang, atau para ahli hokum bergabung dalam komunitas ini akan saling membicarakan tentang masalah hokum, begitu juga dengan para penulis yang saling membicarakan karya-karya tulisnya, dan sebagainya.
Dengan memperhatikan keadaan sekitar sekarang ini tentunya kita dapat dengan mudah menyadari bahwa banyak sekali orang-orang yang mesuk dalam anggota komunitas virtual. Lihat saja daerah sekitar Anda, berapa banyak warnet bermunculan? Berapa banyak area-area yang menyediakan fasilitas wi-fi baik dengan membayar atau secraa gratisan? Berapa banyak teman di facebook Anda? Berapa banyak pengikut di blog Anda? Berapa banyak orang yang melakukan chatting dengan Anda? Jawabannya pastinya adalah banyak, atau banyak sekali. Ini membuktikan banka pula masyarakat yang telah menjadi bagian dari komunitas virtual. Entah mengapa manusia sekarang lebih menyukai menjadi bagian dari komunitas ini daripada berinteraksi secra langsung. Apa tudak adanya waktu untuk bersosialisasi secra langsung, atau hanya untuk menciptakan kenyamanan diri sebagai manusia individual. Yang trejadi adalah masyarakat banyak menyibukkan diri di depan computer, note book, handphone mereka. Dilihat begitu saja tampaknya mereka kehilangan sosialisasi pada masayarakat sekelilingnya. Benarkah begitu? Pada hakikatnya orang melakukan komunikasi karena tidak lepas dari sifat manusia sebagai makhluk sosial.
Manusia memang tidak bisa dipisahkan dari manusia lain, manusia saling membutuhkan. Hanya saja cara berkomunikasi orang berbeda-beda. Seperti kita ketahui komunikasi bisa dilakukan secara verbal atau lisan, atau secara non verbal yaitu dengan kode atau symbol baik tulisan, gerak tubuh, mimic muka, dan sebagainya. Semua komunikasi itu dapat secara langsung yaitu secara tatap muka atau secara tidak langsung, yang pada dasarnya menggunakan media. Yang dilakukan komunitas virtual adalah berkomunikasi secara tidak langsung namun dengan perantara media. Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi ini manusia dituntut untuk melakukan segala sesuatunya dengan cepat. Tidak banyak lagi waktu yang dipunya manusia untuk bersosialisasi secara langsung. Menjadi bagian dari komunitas virtual inilah salah satu cara bagaimana kita bisa tetap menjadi manusia sosial yang tidak lepas kebutuhannya untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Dalam komunitas ini kita bisa menemukan orang yang sudah kita kenal atau orang yang tadinya belum pernah kita kenal dari berbagai negara. Hal ini tentunya akan menciptakan rasa sosial manusia yang sesungguhnya. Karena pada dasarnya dalam komunitas ini komunikasi, saling tukar pikiran dan pendapat, dan berbagai macam hobby dapat kita lakukan disini. Lebih mudah memang dalam melakukan komunikasi dengan orang lain serta mebangun jiwa sosial manusia lewat komunitas ini. Karena tentunya kita tidak lagi terhalang waktu dimana dalam berkomunikasi secara langsung kita harus membuat janji terlebih dahulu. Dalam komunitas ini setiap orang dapat melakukan komunikasinya di mana saja, denggan siapapun dan dalam waktu kapanpun. Sebgai contoh jika kita ingin menyampaikan pesan dalam waktu tertentu, kita tidak lagi harus membuat janji kepada orang yang ingin kita beri informasi untuk bertemu, namun kita bisa mnikmati kemudahan dengan melakukan email, atau chatting atau fasilitas lain.
Pada dasarnya dalam komunitas virtual para anggotanya dapat melakukan komunikasi secara : Asynchronous communication (penyampaian pesan dalam tempat dan waktu yang tudak bersamaan, namun pesan tetap sampai ke tujuan. Missal melalui email); Synchronous communication (komunikais dalam waktu yang bersamaan. Missal melalui chatting); dan On line broadcast communication (komunikasi dilakukan melalui fasilitas web. Missal lewat facebook). Tidak perlu ada kehadiran fisik. Dengan facebook ini dapat berkomunikasi. Dari segi sosialisasi, rasa sosial kita sebagai manusia akan terasa lebih besar karena dengan masuk dalam komunitas virtual maka kita dapat mengenal siapapun itu dan dari manapun itu. Kita bisa dengan mudah mencari teman dari daerah yang berbeda, pulau yang berbeda, suku yang berbeda, maupun negara yang berbeda.
Menjadi anggota komunitas virtual akan memudahkan kita menemukan teman, sahabat, kekasih, atau tidak jarang juga yang menemukan pendampingnya dari dunia maya ini. Kita bisa saling bertukar pikiran, mendiskusikan atau hal-hal yang kita senangi. Dalam komunitas virtual kita bisa membicarakan pekerjaan, bisnis, atau masalah pendidikan. Dengan begitu pekerjaan tidak melulu dilakukan hanya dalam kantor, atau ruangan namun dalam jarak jauhpun kita bisa melakuakan bisnis kita. Dalam komunitas virtual juga menyediakan aktivitas dimana setiap anggotanya bisa tergabung dalam forum atau komunitas yang mempunyai kesamaan hobby. Misalnya orang yang suka otomotif tentunya bisa menambah teman, atau relasi mereka dengan bergabung dalam suatu komunitas virtual yang menyukai otomotif pula. Atau pada kesenangan lainnya.
Dalam hubungannya dengan sosialisasi pula, komunitas virtual ini tentunya akan menjadi media komunikasi yang interaktif. Karena setiap orang dapat terlibat scera leluasa, walaupun bukan komunikasi secra langsung namun feedback yang dihasilkan pun bisa diketahui secara cepat, penyampaian pesan yang dilakukan pun beragam dapat secra verbal, tulisan, gambar, suara atau gabungan dari semua itu, selain itu media yang digunakan pun adalah media yang interaktif. Selain itu komunitas ini juga akan membentuk kode komunikasi baru. Banyak orang beranggapan komunikasi di dunia maya tidak bisa melihat mimic muka seseorang. Ada fasilitas webcam disini, atau melalui symbol-simbol emoticons atau lebih dikenal dnegan smiley yang bisa menggantikan kode non verbal yang sekiranya tidak bisa dilihat secra langsung. Kode ini berfungsi utnuk menghindarai kesalahpahaman arti pada komunikasi yang berlangsung.
Manfaat komunitas virtual lainnya adalah dapat menjadi perspektif lintas budaya. Saling tukar informasi tentang kebudayaan di dalam komunitas virtual tidaklah menjadi hal yang sulit lagi. Ya seperti sering disebut di atas kita bisa melakukan komunikasi dengan siapa saja, di manapun dan kapan saja. Hal ini tentunya membawa kemudahan kita dalam memenuhi kebutuhan kita sebagai manusia sosial. Tetapi perlu hati-hati pula sebagai anggota dari komunitas virtual. Bisa saja ada pemalsuan identitas atau foto diri yang dilakukan beberapa orang teman dunia maya kita. Atau sikap hati-hati juga perlu mengingat dalam komunitas virtual ini, apa yang kita tulis, apa yang kita cantumkan dalam dunia maya berarti telah menjadi rahasia umum. Dan perlu diperhatikan juga dalam hubungannya dengan kodrat kita sebgai makhluk sosial. Boleh saja menyibukkan diri berkomunikiasi dan berinteraksi dengan banyak sekali orang dalam komunitas virtual tetapi bukankah kita juga harus menyeimbangi hal tersebut dengan tidak melupakan sosialisasi kita terhadap orang-orang yang nyata berada di lingkungan kita? Seperti dengan tetap membina hubungan baik dengan keluarga, teman terdekat, atau tetangga kanan-kiri kita. Dengan demikian kita bisa menjadi komunitas virtual yang tetap mempunyai jiwa sosial yang tinggi terhadap siapapun, di manapun, dan kapanpun.
Senin, 04 Mei 2009
INTERNET
Pengertian Internet
Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'interconnected-networking') ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet.
Terjemahan istilah-istilah internet dan komputer seringkali menyisakan kesulitan sendiri bagi para ahli bahasa dikarenakan ilmu komputer dan internet merupakan teknologi baru yang terus menerus berkembang dan menciptakan istilah-istilah baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam ilmu linguistik. Oleh karena itu tidak jarang terjemahan langsung suatu istilah terasa janggal untuk diucapkan maupun ditulis. Sebagai contoh istilah cookie terasa janggal bila diterjemahkan menjadi 'roti' dalam bahasa Indonesia. Penerjemah-penerjemah harus berusaha sesetia mungkin dengan makna aslinya dengan tidak membuat padanan istilah yang tidak akan dipakai oleh pengguna-pengguna yang terbiasa dengan istilah di dalam bahasa lain.
Banyak dari istilah-istilah internet dan komputer yang memiliki sejarah panjang yang membuat makna kata sesungguhnya kabur, sebagai contoh adalah nama-nama merek terkenal yang seringkali mengambil dari kosakata bahasa di mana perusahaan tersebut berada. Dengan demikian, istilah-istilah yang sudah bercampur dengan kebudayaan dan sejarah suatu bangsa akan semakin sulit diterjemahkan ke dalam budaya yang sama sekali berlainan dan tidak memiliki sejarah internet dan komputer yang sama panjangnya. Sebagai contoh dalam hal ini adalah istilah desktop sama sekali tidak ada hubungannya dengan 'meja' ataupun 'permukaan' di dalam bahasa Indonesia.
Perhatikan bahwa tidak semua istilah dalam artikel ini merupakan istilah resmi seperti yang ditetapkan pemeritah indonesia.
Sejarah Internet
Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).
Internet Saat ini
Pada 1 Januari 1983 ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Enginering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP,UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, TELNET, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN messenger dan Windows Live Messenger.
Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem Tertutup(?)(Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.
Istilah Dalam Internet
- attachment = lampiran
- bandwidth = lebar pita
- broadband = pita lebar, jalur lebar
- browser = peramban, penjelajah
- bulletin board = papan buletin
- chat = obrol, obrolan, rumpi
- crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)
- collission = tabrakan data
- connection = sambungan
- copy = salin, kopi, ganda
- cut = potong
- cyberspace = dunia maya
- database = pangkalan data, basis data
- delete/del = hapus
- domain = ranah
- download = ambil data, unduh, muat turun
- edit = sunting, ubah
- e-mail = imel, ratel / surel / surat-e (surat elektronik), posel (pos elektronik), surat digital
- forward/fwd (e-mail) = terusan
- homepage = laman
- hosting = hosting
- interferensi = gangguan signal (berkaitan dengan signal wireless)
- install = pasang
- interface = antarmuka
- keyword = kata kunci
- lag = lambat
- link = taut, kait, pautan, pranala
- load = muat
- login / log in / log on / logon = log masuk, masuk log, lihat sign in
- logout / log out / log off / logoff = log keluar, keluar log, lihat sign out
- network = jaringan
- newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi
- mailing list = milis, senarai, forum ratel
- network = jaringan
- networking = jejaring
- off line = tidak terhubung, terputus
- online / on line = terhubung, tersambung
- passphrase = frase sandi, kalimat sandi
- password = kata sandi
- paste = tempel
- preview = pratonton, pratilik, pratayang
- internet service provider = penyelenggara jasa internet
- save = simpan
- scan = pindai
- server = peladen
- sign in / signin / sign on = catat masuk, lihat login
- sign out / sign off = catat keluar, lihat logout
- surfing = berselancar, selancar maya
- update = pemutakhiran, pembaruan
- upload = unggah, muat naik
- username = nama pengguna
- virtual reality = realitas maya
- webpage = halaman web
- website = situs web
- wireless = nirkabel
Tokoh Internet Dunia
1. Timothy Barners Lee pencipta WWW (World Wide Web)
2. Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat e-mail
Manfaat Internet sebagai Media Pendidik
Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference.
Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu
a. sebagai media interpersonal dan massa;
b. bersifat interaktif,
c. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.
Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.
Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Metoda talk dan chalk, ”nyantri”, ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”, dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”.
Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi :
•arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat;
•kemudahan mendapatkan resource yang lengkap,
•aktifitas pembelajaran pelajar meningkat,
•daya tampung meningkat,
•adanya standardisasi pembelajaran,
•meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list.
Dampak Positif dan Negatif
Keberadaan internet memberi dampak positif bagi seluruh masyrakat pengguna internet termasuk remaja. Disana mereka bisa dengan cepat mendapatkan informasi, bisa mencarinya dengan menggunakan google atau dengan cara yang lain. Tetapi kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari teman, chatting, kirim e-mail dan mencari tugas-tugas kuliah atau tugas sekolah. Dikalangan remaja masa kini yang lagi marak-maraknya adalah friendster. Mereka mencari teman melalui frienster dan bisa juga kirim-kirim foto atau lain sebagainya.
Internet bukan hanya untuk mencari informasi saja, akan tetapi dapat digunakan sebagai tempat penjualan barang dan jasa. Penjualan melalui internet ini disebut E-Commerce (electronic commerce). Muncunya istilah ini seiring dengan semakin berkembangnya disiplin ilmu komputer dan internet. E-com ini dapat diartikan sebagai pertukaran barang, jasa, dan atau informasi melalui medium elektronik dengan imbalan uang yang pembayarannya dilakukan dengan menggunakan credit card (kartu kredit). Rentang bisnis melalui internet ini mulai dari pemesanan bunga untuk orang tercinta, jual buku, langganan majalah, sampai pembayaran ribuan rupiah untuk pembelian chip processor yang akan digunakan untuk komputer.
Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'interconnected-networking') ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet.
Terjemahan istilah-istilah internet dan komputer seringkali menyisakan kesulitan sendiri bagi para ahli bahasa dikarenakan ilmu komputer dan internet merupakan teknologi baru yang terus menerus berkembang dan menciptakan istilah-istilah baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam ilmu linguistik. Oleh karena itu tidak jarang terjemahan langsung suatu istilah terasa janggal untuk diucapkan maupun ditulis. Sebagai contoh istilah cookie terasa janggal bila diterjemahkan menjadi 'roti' dalam bahasa Indonesia. Penerjemah-penerjemah harus berusaha sesetia mungkin dengan makna aslinya dengan tidak membuat padanan istilah yang tidak akan dipakai oleh pengguna-pengguna yang terbiasa dengan istilah di dalam bahasa lain.
Banyak dari istilah-istilah internet dan komputer yang memiliki sejarah panjang yang membuat makna kata sesungguhnya kabur, sebagai contoh adalah nama-nama merek terkenal yang seringkali mengambil dari kosakata bahasa di mana perusahaan tersebut berada. Dengan demikian, istilah-istilah yang sudah bercampur dengan kebudayaan dan sejarah suatu bangsa akan semakin sulit diterjemahkan ke dalam budaya yang sama sekali berlainan dan tidak memiliki sejarah internet dan komputer yang sama panjangnya. Sebagai contoh dalam hal ini adalah istilah desktop sama sekali tidak ada hubungannya dengan 'meja' ataupun 'permukaan' di dalam bahasa Indonesia.
Perhatikan bahwa tidak semua istilah dalam artikel ini merupakan istilah resmi seperti yang ditetapkan pemeritah indonesia.
Sejarah Internet
Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).
Internet Saat ini
Pada 1 Januari 1983 ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada. Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Enginering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP,UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, TELNET, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN messenger dan Windows Live Messenger.
Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem Tertutup(?)(Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.
Istilah Dalam Internet
- attachment = lampiran
- bandwidth = lebar pita
- broadband = pita lebar, jalur lebar
- browser = peramban, penjelajah
- bulletin board = papan buletin
- chat = obrol, obrolan, rumpi
- crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)
- collission = tabrakan data
- connection = sambungan
- copy = salin, kopi, ganda
- cut = potong
- cyberspace = dunia maya
- database = pangkalan data, basis data
- delete/del = hapus
- domain = ranah
- download = ambil data, unduh, muat turun
- edit = sunting, ubah
- e-mail = imel, ratel / surel / surat-e (surat elektronik), posel (pos elektronik), surat digital
- forward/fwd (e-mail) = terusan
- homepage = laman
- hosting = hosting
- interferensi = gangguan signal (berkaitan dengan signal wireless)
- install = pasang
- interface = antarmuka
- keyword = kata kunci
- lag = lambat
- link = taut, kait, pautan, pranala
- load = muat
- login / log in / log on / logon = log masuk, masuk log, lihat sign in
- logout / log out / log off / logoff = log keluar, keluar log, lihat sign out
- network = jaringan
- newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi
- mailing list = milis, senarai, forum ratel
- network = jaringan
- networking = jejaring
- off line = tidak terhubung, terputus
- online / on line = terhubung, tersambung
- passphrase = frase sandi, kalimat sandi
- password = kata sandi
- paste = tempel
- preview = pratonton, pratilik, pratayang
- internet service provider = penyelenggara jasa internet
- save = simpan
- scan = pindai
- server = peladen
- sign in / signin / sign on = catat masuk, lihat login
- sign out / sign off = catat keluar, lihat logout
- surfing = berselancar, selancar maya
- update = pemutakhiran, pembaruan
- upload = unggah, muat naik
- username = nama pengguna
- virtual reality = realitas maya
- webpage = halaman web
- website = situs web
- wireless = nirkabel
Tokoh Internet Dunia
1. Timothy Barners Lee pencipta WWW (World Wide Web)
2. Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat e-mail
Manfaat Internet sebagai Media Pendidik
Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference.
Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu
a. sebagai media interpersonal dan massa;
b. bersifat interaktif,
c. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.
Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.
Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Metoda talk dan chalk, ”nyantri”, ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”, dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”.
Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi :
•arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat;
•kemudahan mendapatkan resource yang lengkap,
•aktifitas pembelajaran pelajar meningkat,
•daya tampung meningkat,
•adanya standardisasi pembelajaran,
•meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list.
Dampak Positif dan Negatif
Keberadaan internet memberi dampak positif bagi seluruh masyrakat pengguna internet termasuk remaja. Disana mereka bisa dengan cepat mendapatkan informasi, bisa mencarinya dengan menggunakan google atau dengan cara yang lain. Tetapi kebanyakan remaja menggunakan internet untuk mencari teman, chatting, kirim e-mail dan mencari tugas-tugas kuliah atau tugas sekolah. Dikalangan remaja masa kini yang lagi marak-maraknya adalah friendster. Mereka mencari teman melalui frienster dan bisa juga kirim-kirim foto atau lain sebagainya.
Internet bukan hanya untuk mencari informasi saja, akan tetapi dapat digunakan sebagai tempat penjualan barang dan jasa. Penjualan melalui internet ini disebut E-Commerce (electronic commerce). Muncunya istilah ini seiring dengan semakin berkembangnya disiplin ilmu komputer dan internet. E-com ini dapat diartikan sebagai pertukaran barang, jasa, dan atau informasi melalui medium elektronik dengan imbalan uang yang pembayarannya dilakukan dengan menggunakan credit card (kartu kredit). Rentang bisnis melalui internet ini mulai dari pemesanan bunga untuk orang tercinta, jual buku, langganan majalah, sampai pembayaran ribuan rupiah untuk pembelian chip processor yang akan digunakan untuk komputer.
Langganan:
Komentar (Atom)