Rabu, 08 Juli 2009

Teori Tanggung jawab social

Teori Tanggung jawab social berkembang pada abad 20-an akibat kesadaran. Perkembangannya yaitu media massa berkembang (khususnya media elektronik) yang menuntut kepada media massa untuk memiliki suatu tanggung jawab social baru.
Asumsi Teori Tanggung jawab social kebebasan mutlak namun perlu memandang adanya pers dan system jurnalistik yang menggunakan dasar moral dan etika. Karena dalam teori ini hamper sama dengan Libertarian sehingga dengan self righting process dalam free market of ideas untuk mengendalikannya.
Yang menjadikan pokok bahwa asal pers tau tanggung jawanya dan menjadikan etika dan moral sebagai landasan kebijakan operasional. Apabila pers tidak mau menerima tanggung jawabnya, maka harus ada badan lain dalam masyarakat yang menjalankan fungsi komunikasi massa atau mengontrol media.

Fungsi Pers dalam teori ini :
1. Melayani system politik dengan menyediakan informasi yaitu media sebagai fasilitator dan sekaligus yang menjadi penengah dalam permasalahan sehingga permasalahan terpecahkan tanpa ada kontak fisik atau keributan.
2. Memberi penerangan kepada masyarakat yaitu mengarahkan masyarakat sehingga dapat mengatur diri sendiri.
3. Menjaga hak-hak perorangan yaitu memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menjalankan hak-hak nya.
4. Melayani system ekonomi seperti misalnya untuk bisnis, jual beli dan sebagainya.
5. Menghibur.
Kelebihan dan Kekurangan Teori Tanggung jawab social :
1. Lebih baik diterapkan daripada teori –teori lainnya karena dalam teori ini walaupun bebas namun terdapat tanggung jawab yang lebih daripada teori lainnya. Sehingga masyarakat bebas melakukan atau menyalurkan apa yang menjadi keinginannya namun dengan self righting process yang menjadi pedoman.
2. Setiap orang berhak berpendapat.
3. Opini public, tindakan-tindakan konsumen, dan etika kaum professional yang jadi control.
4. Kepemilikan media dikuasai perorangan artinya yang punya uang yang biasa memiliki media.
5. Dapat mengangkat konflik sampai tingkatan diskusi.

Teori Soviet Komunis

Pers harus melayani kepentingan partai Dalam teori soviet komunis, kekuasaan berada di orang-orang tertentu, sembunyi dalam lembaga social dan dipancarkan dalam tindakan masyarakat. Kekuasaan akan dapat mencapai puncaknya apabila diorganisir dan diarahkan sehingga terdapat kekuatan yang termobilisir. Teori soviet komunis dikatan bahwa pers uni soviet melayani partai yang sedang berkuasa dan dimiliki oleh Negara.Orang-orang soviet mengatakan bahwa pers nya bebas untuk menyatakan kebenaran, sedangkan pers dengan apa yang dinamakan system Liberal dikontrol oleh kepentingan bisnis. Teori ini merupakan bentuk kesempurnaan dari teori Otoritarian.
Dalam teori ini yang berkuasa adalah Partai.Partai Komunis adalah yang menjadi tonggak lahirnya teori ini.

Adapun prinsip yang dimiliki teori ini :
1. dan mendukungnya serta control ada dalam kelas pekerja.
2. Kalangan swasta tidak boleh memiliki media.
3. Media harus mendukung gerakan-gerakan progesif di dalam dan luar negeri.
4. Media harus menjalankan tugasnya kepada masyarakat.
5. Media harus memberikan pemikiran dan pandangan mengenai masyarakat dan norma yang sesuai dengan ajaran Marxisme-Leninisme.
6. Kontrol ada pada penguasa.
Kelebihan dan kekurangan Teori Soviet Komunis :
1. Keadaan akan lebih terkendali atau aman.
2. Media hanya sebagai pendukung gerakan-gerakan kepentingan penguasa.
3. Masyarakat akan terkekang atau ketakutan karena kalau tidak patuh akan ditindas bahkan dibunuh.
4. Tidak sembarang media ada atau media terbatas.